Poster Keluarga Samarah
Sebuah media habit tracker Islami yang dirancang untuk melatih keistiqomahan, membangun rutinitas kebaikan dan membentuk akhlak. Sesuai tugas perkembangan anak, usia 7 tahun sampai 14 tahun.
Sebuah media habit tracker Islami yang dirancang untuk melatih keistiqomahan, membangun rutinitas kebaikan dan membentuk akhlak. Sesuai tugas perkembangan anak, usia 7 tahun sampai 14 tahun.
Keluarga Samarah adalah dambaan semua keluarga muslim. Sebagaimana Allah Ta'ala telah memberikan fitrah sebagai makhlunya.
وَمِنْ اٰيٰتِهٖٓ اَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِّنْ اَنْفُسِكُمْ اَزْوَاجًا لِّتَسْكُنُوْٓا اِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَّوَدَّةً وَّرَحْمَةً ۗاِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَاٰيٰتٍ لِّقَوْ مٍيَّتَفَكَّرُوْنَ
"Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari jenismu sendiri, agar kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan Dia menjadikan di antaramu rasa kasih dan sayang. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berpikir."
Kita semua tahu, membentuk keluarga Samarah yang langgeng tidaklah semudah membalikkan telapak tangan. Setelah berdua, akan hadir buah kasih sayang yang dimiliki berdua dan diasuh dengan dua latar belakang yang berbeda. Dan Allah Ta'ala telah menyiapkan 2 amunisi terbaik, yaitu Al Qur'an dan As Sunnah. Diantara keduanya telah Allah Ta'ala Utus Muhammad Rosulullah sebagai contoh nyata terbaik dalam kehidupan manusia sesuai Al Qur'an dan As Sunnah. Adab dalam kegiatan sehari-haripun juga telah dicontohkan dan disampaikannya sebagai cara menjaga pribadi dan keluarga agar tetap dalam Lindungan RahmatNYA.
Menyadari saat ini para orangtua kesulitan mengajarkan, mendampingi dan melakukan kontrol adab dan lain-lain yang bersifat kebiasaan benar sesuai yang dicontohkan oleh Rosulullah, Atas Izin Allah Ta'ala Kreasi Qurtuba menghadirkan Poster Adab dan tentang lainnya dengan tujuan mempermudah kesulitan orangtua dan menumbuhkan motivasi instrinsik anak dalam menerapkannya. Poster adalah salasatu media papan yang bersifat tanam memori visual sehingga lebih mudah dan menyenangkan dalam latihan untuk menjadi kebiasaan perilaku (akhlaq) . Dengan media ini, Kreasi Qurtuba berharap menjadi bagian terbentuknya keluarga-keluarga Samarah muslim di Indonesia.
Serial yang tersedia
Metode: Mikat
"Di Kreasi Qurtuba , sebagaimana pada media Kalender Prestasi, kami tidak mengejar kepatuhan karena paksaan, tapi kami menggunakan metode MIKAT. Kami memikat rasa ingin tahu anak, memikat semangat kompetisi dengan dirinya sendiri, hingga akhirnya muncul dorongan mandiri untuk berbuat baik. Karena bagi kami, kesadaran yang terpikat akan bertahan lebih lama daripada tindakan yang diperintah."
Metode MIKAT ini juga dipakai pada Media Poster yang memberikan ruang anak menumbuhkan motivasi intrinsiknya dengan mereka melaporkan hasil praktek diri sendiri melalui poster, menginspirasi keteladanan dari jumlah perolehannya, mengendalikan diri secara mandiri dengan hak penuh, mendapat apresiasi dari rasa ingin mencapai hasil yang maksimal dan tumbuh berkelanjutan sebagai kebiasaan (istiqomah), diharapkan ini menjadi akhlaq permanent.
Perbedaan media poster dan kalender adalah ada pada sisi materi, fungsi serta cara penggunaan. Pada Poster diberikan dengan jangka waktu lebih pendek. Poster adab selama satu bulan, bisa digunakan bersama satu keluarga sehingga teladan orangtua diketahui anak secara data (real), masa evaluasi lebih pendek, bisa segera refleksi dan berlanjut dengan poster baru. Ada beberapa Poster sesuai kebutuhan, misal: moment liburan, latihan tanggungjawab dasar (sangat baik juga digunakan anak TK)
Bagaimana Caranya?, "Ini pakainya ribet nggak ya buat anak saya?". Ribet? yang pasti tidak, anak hanya butuh didukung dengan penanganan psikologis yang baik agar bisa istiqomah secara mandiri tanpa diperintah secara terus menerus (sering). Poster ini sudah dirancang dengan mudah namun teliti dan mendorong anak melakukan secara instrinsik. Jadi orangtua hanya perlu menyiapkan pola hubungan yang harmonis dengan anak.
Menghadapi anak yang selalu menjawab "nanti dulu" saat disuruh butuh trik khusus agar mereka mau bergerak tanpa merasa dipaksa. Coba terapkan langkah ini:
Trik Psikologis Harian (Pecah Kemalasan Saat Itu Juga)
Beri Pilihan, Bukan Perintah Mutlak: Ubah instruksi menjadi pilihan. (Misal: "Kakak mau mandi sekarang pakai air hangat, atau 5 menit lagi tapi airnya dingin?").
Lakukan Bersama (Body Doubling): Anak sering malas jika merasa sendirian. Temani mereka! (Misal: "Yuk, Bunda rapikan buku yang merah, Kakak yang biru ya").
Tantangan Waktu (Games): Ubah tugas membosankan jadi permainan. (Misal: "Kira-kira Kakak bisa selesai pakai baju sendiri nggak ya sebelum alarm 3 menit ini bunyi?").
Penguatan Motivasi (Evaluasi Poster Samara)
Ingatkan Tujuan: Sampaikan kembali betapa hebat dan membanggakannya jika ia bisa rajin tanpa perlu disuruh-suruh.
Apresiasi Bertahap & Doa: Berikan reward ringan (seperti stiker piala, jika tersedia) tiap 2-3 hari sekali saat ia berhasil melawan malas, diiringi doa "Barakallahu fiik".
Bangun Citra Positif: Berikan pujian yang menguatkan identitas baiknya. Jadikan ia contoh bagi saudara-saudaranya agar ia merasa bangga dan enggan kembali malas.
Sering kali orang tua menghadapi situasi: "Anak saya sebenarnya rajin salat, tapi selalu lupa mengisi poin kegiatan". Jika Ayah dan Bunda menghadapi hal ini, jangan langsung mengambil alih tugasnya. Terapkan strategi tiga tahap berikut untuk melatih daya ingat dan kemandirian anak:
Respon Spontan (Kendalikan Emosi)
Jangan Melabeli: Hindari kata "pembohong". Anak biasanya hanya takut dimarahi atau terlalu fokus mengejar stiker atau poin.
Cek Bersama dengan Lembut: Turunkan nada suara dan ajak anak membuktikan. "Yakin sudah rapi? Yuk, kita cek sama-sama ke kamar."
Ingatkan Muraqabah: Jelaskan bahwa menempel stiker atau mengisi poin memang seru, tapi Allah jauh lebih menyayangi anak yang jujur meskipun hari ini stikernya harus bolong.
Evaluasi Lanjutan (Agar Tidak Berulang)
Reward Sesuai Fakta: Lakukan pengamatan harian secara diam-diam. Saat evaluasi, berikan hadiah berdasarkan fakta yang Ayah/Bunda lihat, bukan hanya klaim anak.
Motivasi & Doa: Sampaikan fakta dengan tenang tanpa menyudutkan. Iringi dengan doa "Barakallahu fiik" setiap memberi reward agar hatinya melembut.
Konsisten: Lakukan langkah ini terus-menerus hingga kebiasaan jujurnya meningkat.
Sering mendapati anak rajin beribadah tapi selalu lupa menulis poinnya? Jangan langsung dibantu menempelkannya! Latih kemandirian dan daya ingatnya dengan langkah berikut:
Persiapan (Sebelum Memulai)
Lakukan Sounding: Beri tahu anak 3-7 hari sebelumnya bahwa kalian akan punya kegiatan seru mengisi poster bersama.
Kurangi Distraksi: Batasi screen-time (gadget/TV) agar fokus dan daya ingat anak tidak mudah teralihkan.
Praktik Harian (Jadikan Rutinitas)
Pajang di Tempat Terlihat: Tempel kalender di area yang pasti dilewati anak (misal: pintu kamar atau pintu kulkas).
Rutinitas Sebelum Tidur: Jadikan momen evaluasi dan menempel stiker atau menulis poin sebagai bonding time 10 menit sebelum tidur malam.
Biar Anak yang Beraksi: Jangan pernah wakili anak menempel stiker atau menulis poin. Panggil dan biarkan tangannya sendiri yang menempel agar ia merasakan kebanggaan (sense of achievement).
Evaluasi & Apresiasi Bertahap
Reward Jangka Pendek: Di awal pembiasaan, berikan apresiasi ringan (seperti stiker piala, jika tersedia) dan doa "Barakallahu fiik" setiap 2 hari sekali untuk memancing semangatnya.
Perpanjang Waktu: Jika ingatannya membaik, perpanjang jarak pemberian apresiasi menjadi mingguan hingga bulanan. (Jika belum ada perkembangan berarti, silakan lakukan konsultasi lanjutan dengan kami).
Sangat wajar jika euforia anak mengisi kalender menurun setelah 1-2 minggu pertama. Ini adalah fase kritis di mana motivasi mereka perlu diperbarui. Berikut langkah praktisnya:
Cari Tahu & Segarkan Suasana
Observasi penyebab bosannya. Ubah rutinitas evaluasi agar tidak monoton, misalnya mengajak anak menempel stiker sambil mendongengkan kisah para sahabat Nabi.
Komunikasi & Negosiasi Santai
Beri pengingat (reminder) yang menyenangkan tentang asyiknya menjadi anak saleh. Ajak anak berdiskusi dan bernegosiasi untuk menyelesaikan masalah, namun pastikan kendali tetap di tangan orang tua.
Buat Target Jangka Pendek (Milestone)
Hadiah di akhir bulan terasa terlalu lama bagi anak. Berikan target dan apresiasi kecil di akhir pekan (Misal: "Kalau stikernya penuh sampai hari Ahad ini, kita jalan-jalan ke taman yuk!").
Beri Apresiasi Ringan & Doa
Saat semangatnya kembali, segera berikan reward ringan (seperti stiker piala, jika disediakan) diiringi doa "Barakallahu fiik" agar hatinya melembut. Ingatkan juga bahwa ada reward yang lebih besar jika ia terus istiqomah hingga akhir bulan.
Jika anak tiba-tiba menangis, tantrum, dan menolak mengisi poster, jangan balas dengan emosi. Terapkan 3 langkah ringkas ini:
Respon Spontan (Saat Emosi Meledak)
Validasi & Jeda: Jangan paksa anak. Peluk dan tanyakan perasaannya dengan lembut.
Tanpa Ancaman: Jangan jadikan kalender sebagai ancaman hukuman agar anak tidak trauma.
Turunkan Standar: Jika anak benar-benar kelelahan, tidak apa-apa kalender dibiarkan bolong hari itu demi menjaga ketenangan bersama.
Evaluasi (Saat Anak Tenang)
Cari Tahu & Introspeksi: Ajak ngobrol tentang alasannya mogok. Jika protesnya terkait sikap Ayah/Bunda, dengarkan dan berjiwa besarlah untuk memperbaiki diri.
Uji Pembuktian: Jika alasannya terkesan mengada-ada, beri ia kesempatan 2 hari untuk membuktikan kemampuannya (bisa diperpanjang hingga sepekan).
Pemulihan Motivasi
Ingatkan Tujuan: Sampaikan kembali dengan bahasa yang mudah dipahami tentang manfaat kalender ini untuk melatih dirinya.
Apresiasi & Doa: Saat ia kembali sadar dan bersemangat, segera berikan reward ringan (stiker) diiringi doa "Barakallahu fiik" untuk membangun kembali kepercayaan dirinya.